Desain Sistem Pendeteksi Penghalang Menggunakan Sensor Ultrasonik dan Sensor Inframerah dengan Keluaran Suara untuk Penyandang Tunanetra

Muhammad As Shiddiq, Wildian Wildian, Nini Firmawati

Abstract


Penyandang tunanetra umumnya dalam beraktivitas sehari-hari mengalami banyak kesulitan sehingga memerlukan alat bantu untuk memudahkannya. Pada penelitian ini telah dibuat desain alat bantu berbentuk kacamata. Alat ini berupa desain sistem pendeteksi penghalang menggunakan sensor ultrasonik dan sensor inframerah dengan keluaran suara untuk penyandang tunanetra. Sistem perangkat alat bantu didesain dengan bentuk kacamata berbahan akrilik. Sistem perangkat keras ini terdiri dari modul arduino, dua buah sensor ultrasonik HC-SR04, sensor inframerah, Mp3 Player, dan headset. Sensor ultrasonik 1 digunakan untuk mendeteksi jarak penghalang didepan. Sensor ini mampu mendeteksi penghalang pada jarak (0-45) cm, (45-120) cm, atau (120-250) cm dengan Mp3 Player mengeluarkan suara 1, suara 2, atau suara 3. Jika sensor ultrasonik 1 mendeteksi adanya penghalang, maka sensor Inframerah akan aktif dan ikut mendeteksi penghalang tersebut. Sensor Inframerah yang mendeteksi radiasi inframerah manusia di depan sensor  mengakibatkan Mp3 Player mengeluarkan suara 4. Jarak maksimum deteksi sensor inframerah sampai 700 cm dengan kondisi manusia bergerak dan 30 cm untuk manusia yang diam. Sensor ultrasonik 2 diatur untuk mendeteksi jarak kemiringan sebesar 60o terhadap permukaan lintasan, dimana sensor tersebut memiliki batas jarak kemiringan 73 cm sampai 89 cm yang sudah terprogram pada arduino. Jika sensor ultrasonik 2 mendeteksi adanya jarak kemiringan yang kurang dari 73 cm, maka Mp3 Player mengeluarkan suara 5, sedangkan jika jarak kemiringan sensor melebihi dari 89 cm, maka Mp3 Player mengeluarkan suara 6.

 

Blind people generally experience many difficulties in their daily activities so they need tools to make it easier. In this research, a glasses-shaped tool has been designed. This tool is a barrier detection system design using ultrasonic sensors and infrared sensors with sound output for blind people. The system of assistive devices is designed in the form of glasses made from acrylic. This hardware system consists of the Arduino module, two HC-SR04 ultrasonic sensors, an infrared sensor, an Mp3 Player, and a headset. Ultrasonic sensor 1 is used to detect the distance of the barrier in front. This sensor can detect obstructions at a distance of (0-45) cm, (45-120) cm, or (120-250) cm with the Mp3 Player emitting 1 sound, 2 sound, or 3 sound. If the ultrasonic sensor 1 detects a barrier, then the infrared sensor will be active and will detect the barrier. An infrared sensor that detects human infrared radiation in front of the sensor causes the Mp3 Player to make a sound. 4. The maximum detection distance of the infrared sensor is up to 700 cm with human conditions moving and 30 cm for humans who are still. The ultrasonic sensor 2 is set to detect a slope distance of 60o against the track surface, where the sensor has a slope distance of 73 cm to 89 cm which has been programmed on Arduino. If the ultrasonic sensor 2 detects a tilt distance of less than 73 cm, the Mp3 Player makes a sound of 5, whereas if the sensor's tilt distance exceeds 89 cm, the Mp3 Player makes a sound of 6.


Full Text:

PDF

References


Arminda, G.W., Hendriawan, A., Akbar, R., Sulistijono, L., 2010, Desain Sensor Jarak Dengan Output Suara Sebagai Alat Bantu Jalan Bagi Penyandang Tunanetra, Jurnal Jurusan Teknik Elektronika, hal. 1-10.

Hasan, N.A., Partha, C.I., Divayana, Y., 2017, Rancang Bangun Pemandu Tunanetra Menggunakan Sensor Ultrasonik Berbasis Mikrokontroler, Jurnal Teknologi Elektro, Vol. 16, No. 3, hal. 27-32.

Meizani, M.N., Muid, A., Riswaman, T., 2015, Pembuatan Prototipe Kacamata Elektronik Untuk Tunanetra Berbasis Mikrokontroler Menggunakan Sensor Ultrasonik, Jurnal Coding, Vol. 03, No. 2, hal. 88-99.

Pertuni, 2017, Siaran Pers: Peran Strategis Pertuni Dalam Memberdayakan Tunanetra Di Indonesia, https://pertuni.or.id/siaran-pers-peran-strategis-pertuni-dalam-memberdayakan-tunanetra-di-indonesia/, diakses November 2019.

World Health Organization (WHO), 2019, Blindness And Vision Impairment, https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/blindness-and-visual-impairment, diakses 11 mei 2020.




DOI: https://doi.org/10.25077/jfu.9.4.436-442.2020

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2020 Jurnal Fisika Unand

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License

Published by:

Jurusan Fisika, FMIPA Universitas Andalas

Kampus Unand Limau Manis Padang Sumatera Barat 25163

Telepon 0751-73307

Email:jfu@sci.unand.ac.id