Struktur dan Karakteristik Termal Sinter Silika Mata Air Panas Panti, Pasaman

Vira Friska, Ardian Putra, Almuhsinin Almuhsinin

Abstract


Telah dilakukan penelitian tentang struktur dan karakteristik termal sinter silika pada mata air panas Panti, Kabupaten Pasaman. Karakterisasi termal  menggunakan metode Differential Thermal Analysis (DTA) dengan suhu pemanasan maksimal 1100°C untuk melihat perubahan fasa kristalin dari sinter silika. Berdasarkan hasil uji DTA, suhu terjadinya proses endoterm hampir sama pada kedua sampel yaitu titik A pada suhu 91,9°C dan titik B 91,8°C. Silika pada titik A mengalami transisi α → β-quartz pada suhu 710,8°C selanjutnya perubahan β-quartz → β-tridymite pada suhu 848,8°C. Sampel silika pada titik B mengalami transisi fasa pada suhu yang lebih rendah dibanding titik A yaitu perubahan  α → β-quartz pada suhu 523,7°C dan β-quartz → β-tridymite pada suhu 711,2°C. Titik A membutuhkan suhu yang lebih tinggi untuk berubah dari β-quartz → β-tridymite dibandingkan pada titik B. Ini mengindikasikan bahwa sampel pada titik B memiliki kandungan silika yang lebih tinggi dibandingkan titik A. Struktur sinter silika diuji menggunakan X-Ray Diffractometer (XRD). Hasil uji XRD menunjukkan bahwa sinter silika pada kedua titik memiliki fase opal-CT. Hal ini mengindikasikan bahwa sinter silika pada mata air panas panti, Pasaman memiliki usia >10.000 tahun dan aktifitas termal panas bumi daerah penelitian ini sudah ada puluhan ribu tahun.

 

Structure and thermal characteristics of silica sinter on hot spring in Panti, Pasaman District has been investigated. The thermal characteristics used the Differential Thermal Analysis (DTA) method with a maximum heat temperature  of 1100°C to see the crystalline phase changes from silica sinter. Based on DTA test, the temperature of the endothermic process is almost the same in both samples, are 91,9°C at point A and 91,8°C at point B. The change α → β-quartz at point A occurs at 710,8°C and β-quartz → β-tridymite occurs at 848,8°C. Silica sinter at point B have transitioned at temperatures lower than point A, the change  α → β-quartz occurs at 523,7°C and β-quartz → β-tridymite at 711,2°C. Siica at point A requires a higher temperature to change from β-quartz → β-tridymite than that at point B, this indicates that the sample at point B has a higher silica content than point A. The silica sinter structure was tested using an X-Ray Diffractometer (XRD). The XRD results showed that the phase of silica sinters at both points is opal-CT. It indicates that silica sinters at the hotspring in Panti, Pasaman has an age >10,000 years and the geothermal thermal activity of this research area has existed for tens of thousands of years.


Full Text:

PDF

References


Ansori, C., 2010, Model Mineralisasi Pembentukan Opal Banten, Jurnal Geologi Indonesia 5, 151-170 (2010).

Arrahman, R. dan Putra, A., 2015, Perkiraan Suhu Reservoir Panas Bumi dari Sumber Mata Air Panas di Nagari Panti, Kabupaten Pasaman Menggunakan Persamaan Geotermometer sebagai Dasar Penentuan Potensi Panas Bumi, Jurnal Fisika Unand 4, 391-396 (2015).

Badan Geologi, 2009, Sumber Daya Panas Bumi Indonesia: Status Penyelidikan, Potensi, dan Tipe Sistem Panas Bumi, http://psdg.geologi.esdm.go.id, diakses 17 Januari 2020.

Burhan, D. dan Putra, A., 2017, Pemetaan Tipe Air Panas di Sumatera Barat, Prosiding Seminar Nasional Fisika 2017.

Campbell, K.A., Sannazzaro, K., Rodges, K.A., Herdianita, N.R. dan Browne, P.R.L., Sedimentary Facies and mineralogy of the late pleistocene Umukuri Silica Sinter Taupo Volcanic Zone New Zealand, Journal of Sedimentary Research 71, 727-746 (2001).

Heaney, P.J., Structural and Chemistry of the Low Pressure Polymorphs, Mineralogical Sociaty of America 29, 1-40 (1994).

Herdianita, N.R., Brown, P.R., Rodges, K.A. dan Cambell, K.A., Mineralogical and Textural Changes Accompanying Ageing of Silika Sinter, Mineralium Doposita 35, 48-62 (2000).

Jones, B. dan Segnit, E.R., The Nature Of Opal, Nomenclature and Constituent Phases, Geological Society Of Australia 18, 57-68 (1971).

Kementrian ESDM, Potensi Panas Bumi Indonesia Jilid I (Direktorat Panas Bumi Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Jakarta, 2017), hal. 127–211.

Putra, A., Inanda, D.Y., Buspa, F. dan Salim, A.F., 2018, Microsrtucture of Sinter Deposit Formed at Hot Springs in West Sumatera, Journal of Physics: Conference Series 997, hal. 2-5.

Ramadhan, R. dan Putra, A., Karakterisasi Sinter Silika Mata Air Panas Garara Kab. Solok dan Mata Air Panas Sapan Maluluang Kab. Solok Selatan Menggunakan Metode Analisis Termal, Jurnal Ilmu Fisika 11, 47-55 (2019).

Saptadji, N.M., Teknik Panas Bumi (Departemen Teknik Perminyakan Fakultas Ilmu Kebumian dan Teknologi Material ITB, Bandung, 2009), hal.1–13.

Setiabudi, A., Hardian, R. dan Muzakir, A., Karakterisasi Material Prinsip dan Aplikasinya dalam Penelitian Kimia (UPI Press, Bandung, 2012), hal. 18.

Smith, D.K., Opal, cristobalite, and tridymite: Noncrystallinity versus crystallinity, nomenclature of the silica minerals and bibliography, Emeritus Professor of Mineralogy 13, 2–19 (1997).

Valles, M.G., Turiel J.L., Torrente, D.G., Alonso, J.S. dan Manent, S.M., Mineralogical Characterization of Silica Sinter from The El Tatio Geothermal Field Chile, American Mineralogist 93, 1373-1383 (2008).

Walter, T.R., Possible coupling of Campi Flegrei and Vesuvius as revealed by InSAR time series correlation analysis and time dependent modeling, Journal of Volcanology and Geothermal Research 280, 104-110 (1976).




DOI: https://doi.org/10.25077/jfu.9.3.408-414.2020

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2020 Jurnal Fisika Unand

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License

Published by:

Jurusan Fisika, FMIPA Universitas Andalas

Kampus Unand Limau Manis Padang Sumatera Barat 25163

Telepon 0751-73307

Email:jfu@sci.unand.ac.id