Pengaruh Komposisi Tempurung Kelapa, Ampas Tebu, dan Perekat Resin Epoksi terhadap Sifat Fisis dan Mekanis Papan Partikel

Desi Permata Sari, Mora Mora

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi tempurung kelapa, ampas tebu, dan perekat resin epoksi terhadap sifat fisis dan mekanis papan partikel. Partikel tempurung kelapa adalah yang lolos ayakan 100 mesh dan ampas tebu yang lolos ayakan 50 mesh. Hasil ayakan dibagi menjadi lima komposisi dengan rasio persentase dari tempurung kelapa dan ampas tebu sebesar 30:60, 40:45, 50:30, 60:15, dan 70:0. Kadar perekat resin epoksi yang digunakan adalah 10, 15, 20, 25, dan 30. Densitas terendah sebesar 0,90 g/cm3 diperoleh pada komposisi 30:60 sedangkan densitas tertinggi 1,01 g/cm3 pada komposisi 70:0. Kadar air terendah 0,89% pada komposisi 70:0 sedangkan kadar air tertinggi 1,99% pada komposisi 30:60. Daya serap air terendah 15,51% pada komposisi 70:0 sedangkan daya serap air tertinggi 37,61% pada komposisi 30:60. Hasil uji sifat mekanis seperti MOE terendah 526,16 kg/cm2 pada komposisi 30:60 sedangkan MOE tertinggi 817,33 kg/cm2 pada komposisi 70:0 dan MOR terendah 28,35 kg/cm2 pada komposisi 30:60 sedangkan MOR tertinggi 101,43 kg/cm2 pada komposisi 70:0. Sifat fisis dan mekanis papan partikel yang didapatkan pada pengujian telah memenuhi standar mutu SNI 03-2105-2006 kecuali untuk beberapa pengujian densitas, MOR dan MOE.

 

The purpose of this research is to analyze the effect of variations of coconut shell, bagasse, and epoxy resin adhesives on the physical and mechanical properties of particle boards. The particle size used is coconut shell that pass 100 mesh and bagasse that pass 50 mesh. The filler microparticles which procured subsequently separated to five compositions within specified volumetric percentage ratio (coconut shell:bagasse) namely 30:60, 40:45, 50:30, 60:15, and 70:0. The epoxy resin content is 10%, 15%, 20%, 25%, and 30%. The result of physical characteristics show that the lowest density is 0.90 g/cm3 on ratio 30:60 while the highest density is 1.01 g/cm3 on ratio 70:0. The water content has showed that the lowest is 0.89% on ratio 70:0 while the highest water content is 1.99% on ratio 30:60. The lowest water absorption is 15.51% on ratio 70:0 while the highest water absorption is 37.61% on ratio 30:60. The result of mechanical characteristics that shown the lowest MOE value is 526.16 kg/cm2 on ratio 30:60 while the highest value is 817.33 kg/cm2 on ratio 70:0. The lowest MOR value is 28.35 kg/cm2 on ratio 30:60 while the highest MOR value is 101.43 kg/cm2 on ratio 70:0. The physical and mechanical properties of the particle board obtained in the test have met the SNI 03-2105-2006 quality standards except density, MOR and MOE.


Full Text:

PDF

References


Armaya R, Herawati E., dan Sucipto T., Karakteristik Fisis dan Mekanis Papan Semen Bambu Hitam (Gigantochloa Atroviolacea Widjaja) dengan Dua Ukuran Partikel, Jurnal Kehutanan USU, 4(2), hal 9-15, (2012) .

Haygreen, J.G., dan Bowyer, J.L., Pengantar Hasil Hutan dan Ilmu Kayu, Edisi ketiga (Gadjah Mada University, Yogyakarta, 1996) hal. 528-529.

Iskandar , M.I., dan Supriadi, A., Pengaruh Kadar Perekat Terhadap Sifat Papan Partikel Ampas Tebu, Jurnal Penelitian Hasil Hutan, 31(1), hal 19-26, (2012).

Kelly, M.W, Critical Literature Review of Relationships Between Processing Parameters and Physical Properties of Particleboard, Forest Products Laboratory, Forest Servise, US Department of Agriculture, Madison, (1977).

Malau JC, Sucipto T., dan Iswanto, AH., Kualitas Papan Partikel Batang Pisang Barangan Berdasarkan Variasi Kadar Perekat Phenol Formaldehida. Peronema Forestry Science Journal, 5(1), hal 32-38, (2015).

Maloney, T.M., Modern Particle board and Dry Process Fiberboard Manufacturing, Miiller Freman Inc : San Fransisco (1997).

Mikael, I., Hartono, R., dan Sucipto, T., Kualitas Papan Partikel Dari Campuran Ampas Tebu dan Partikel Mahoni Dengan Berbagai Variasi Kadar Perekat Phenol Formaldehida, Jurnal Kehutanan USU, 5(2), hal 1-8, (2014).

Nasution, W. M dan Mora, Analisis Pengaruh Komposisi Partikel Ampas Tebu dan Partikel Tempurung Kelapa Terhadap Sifat Fisis dan Mekanis Komposit Papan Partikel Perekat Resin Epoksi, Jurnal Fisika UNAND, 7(2), ( 2018).

Standar Nasional Indonesia, Mutu Papan Partikel, SNI 03-2105-2006 (Badan Standar Nasional, Jakarta, 2006).

Sutigno, M., Teknologi Papan Partikel Datar. (Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan dan Sosial Ekonomi Kehutanan, Bogor, 1994).




DOI: https://doi.org/10.25077/jfu.9.2.264-269.2020

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2020 Desi Permata Sari, Mora Mora

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License

Published by:

Jurusan Fisika, FMIPA Universitas Andalas

Kampus Unand Limau Manis Padang Sumatera Barat 25163

Telepon 0751-73307

Email:jfu@sci.unand.ac.id