Rancang Bangun Sistem Berbasis Sensor Passive Infrared untuk Mendeteksi Manusia yang Terkubur di Bawah Reruntuhan Pasca Gempabumi

Rima Suhartinah, Wildian Wildian

Abstract


Telah dirancang suatu alat pendeteksi keberadaan manusia dalam reruntuhan bangunan akibat gempabumi dengan menggunakan sensor Passive Infrared (PIR) HC-SR501. Sistem bekerja berdasarkan prinsip penginderaan radiasi infrared yang dipancarkan objek. Radiasi infrared yang dindera sensor PIR HC-SR501 diubah menjadi sinyal listrik. Sinyal kemudian diolah mikrokontroler yang ada di modul Arduino Uno R3 dengan bahasa pemrograman IDE Arduino. Hasilnya berupa pengaktifan buzzer sebagai alarm dan peringatan berupa tulisan “Infrared detected Any Human” pada LCD (liquid crystal display) ketika ada manusia dideteksi. Alat berupa tongkat akan dimasukkan pada celah-celah bangunan yang runtuh untuk mengetahui posisi korban dalam reruntuhan. Hal ini dapat mengurangi risiko korban meninggal akibat evakuasi korban dengan alat berat. Berdasarkan pengujian terhadap alat yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa alat dapat mendeteksi korban yang bergerak dengan rentang jarak manusia ke sensor adalah 1 m hingga 7 m. Pendeteksi manusia yang tidak bergerak hanya bisa sejauh 30 cm, besar sudut deteksinya 60°, lebar celah minimum yang dapat dideteksi adalah 1,5 cm. Sensor juga tidak dapat mendeteksi manusia apabila ada material yang menghalangi sensor, hal ini dipengaruhi oleh ketebalan dan jenis penghalang. Selain itu, sensor juga dapat mendeteksi objek selain manusia tapi dalam jangkauan jarak yang lebih pendek.

 

It has been designed a detection tool of human existence in ruins of building due to earthquake by using sensor PIR (Passive Infrared) HC-SR501. The system works based on the principle of sensing infrared radiation emitted by the object. The infrared radiation of the HC-SR501 PIR sensor is converted into an electrical signal. The signal is processed by the microcontroller in the Arduino Uno R3 module with the Arduino IDE programming language. The result is the activation of the buzzer as an alarm and notifying by writing “Infrared Detected Any Human” on LCD (liquid crystal Display) when human detected by sensor. The form of a stick, it will be inserted in the gaps of the collapsed building to determine the victim's position in the ruins. This is hopefully be able redusing the risk of death victims due to victim evacuation with heavy equipment. Based on the testing of the equipment, it can be concluded that the tool can detect a moving victim with a human distance range to the sensor is 1 m to 7 m.Detecting a man who does not move is only 30 cm, the large of detection angle is 600, the minimum slit width that can be detected is 1.5 cm. It can’t detect human when sensor is cover by thing, it is influenced by thickness and type of barrier. It can also detect other object than human but within a shorter range of distances.

 


Full Text:

PDF

References


Gauri, Z. dan Badnerkar, S., A Modern Microwave Life Detection System for Human Being Buried Under Rubble, International Journal of Advanced Engineering Research and Studies,1(1), hal. 69-77, 2011.

Karthikeyan, S., Karthick, C., dan Shibu, P. S. V., Human Tracking System for Victims Trapped from Collapsed Building, Journal of Engineering and Applied Sciences, 11(1), hal. 492-496, 2016.

Wildian dan Marnita, O., Sistem Penginformasian Keberadaan Orang Di Dalam Ruang Tertutup DenganRunning TextBerbasis Mikrokontroler dan sensor PIR (Passive Infrared),Prosiding Semirata FMIPA Universitas Lampung, Lampung, 2013.




DOI: https://doi.org/10.25077/jfu.9.1.45-52.2020

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2020 Rima Suhartinah, Wildian Wildian

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License

Published by:

Jurusan Fisika, FMIPA Universitas Andalas

Kampus Unand Limau Manis Padang Sumatera Barat 25163

Telepon 0751-73307

Email:jfu@sci.unand.ac.id