Analisis Percepatan Tanah Maksimum Wilayah Sumatera Barat (Studi Kasus Gempa Bumi 8 Maret 1977 dan 11 September 2014)

Marlisa Marlisa, Dwi Pujiastuti, Rachmad Billyanto

Abstract


Telah dilakukan penelitian tentang analisis percepatan tanah maksimum atau Peak Ground Acceleration (PGA) di wilayah Sumatera Barat akibat gempa bumi 8 Maret 1977 di Segmen Sumpur dan gempa bumi 11 September 204 di Segmen Sianok. Penelitian ini menggunakan metode McGuire. Hasil pengolahan data menghasilkan peta kontur PGA di wilayah Sumatera Barat. Nilai PGA terbesar akibat gempa bumi di Segmen Sumpur adalah 27,0 gal yang terjadi di daerah Pasaman. Gempa bumi di Segmen Sumpur merupakan gempa bumi berkategori merusak sedang dengan getaran yang dirasakan sangat kuat yaitu sebesar VII-VIII MMI (Mercali Modified Intensity). Nilai PGA terkecil adalah 1,1 gal yang terjadi di daerah Sijunjung, Dharmasraya, Pesisir Selatan, Kabupaten Solok, Solok Selatan, dan Kepualaun Mentawai. Efek gempa dirasakan  sebesar II-VI MMI  dengan kemampuan merusak berkategori ringan.  Nilai PGA terbesar akibat gempa bumi di Segmen Sianok adalah 28,0 gal yang terjadi di daerah Tanah Datar, Padang Panjang, Solok, Sawahlunto, dan Bukittinggi. Dampak gempa dirasakan sangat kuat  sebesar VII-VIII MMI dengan kemampuan merusak berkategori sedang. Nilai PGA terkecilnya adalah 1,1 gal yang terjadi di daerah Pasaman, Lima Puluh Kota, Pesisir Selatan, Sijunjung, Solok Selatan, Kabupaten Solok, Dharmasraya, dan Kepualaun Mentawai dengan intensitas II-VI MMI berkategori ringan.

Kata Kunci : Gempa bumi, grid, intensitas, metode McGuire, MMI, PGA, segmen Sianok, segmen Sumpur.


Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


© Jurusan Fisika Universitas Andalas